Gonzalo Garcia tidak mendapat kesempatan bermain melawan klub Portugal baru-baru ini. Manajer Real Madrid, Arbeloa, lebih memilih menggunakan lima pergantian pemain untuk memasukkan Rodrygo, Eduardo Camavinga, David Alaba, Brahim Diaz, dan Jorge Cestero.

Hal ini menimbulkan pertanyaan mengapa striker muda berbakat ini tidak dimainkan, meskipun situasi pertandingan memungkinkan. Menurut laporan AS, Gonzalo mengalami sedikit ketidaknyamanan di lututnya.
Kondisi ini kemungkinan menjadi alasan utama mengapa ia tidak dimasukkan ke lapangan, meski dianggap layak untuk mendapat menit bermain. Tim medis Real Madrid disebut memantau perkembangan cedera ringan ini secara rutin.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Selain faktor fisik, preferensi manajer Arbeloa juga memengaruhi keputusan. Dalam beberapa minggu terakhir, waktu bermain Gonzalo telah berkurang drastis, meskipun performanya di lapangan tetap produktif. Kombinasi kondisi fisik dan keputusan taktis menjadi penyebab minimnya kesempatan bermain bagi sang striker.
Penurunan Peran Dalam Tim
Sejak Arbeloa memberinya waktu penuh 90 menit saat debut melawan Albacete, Gonzalo perlahan kehilangan sorotan. Di pertandingan tersebut, ia mencetak gol, namun performanya selanjutnya tidak lagi mendapat kesempatan bermain penuh.
Dalam laga melawan Levante, Gonzalo menjadi salah satu pemain yang tidak menerima siulan penonton, tetapi tetap diganti pada babak pertama. Melawan Monaco, ia hanya bermain 19 menit, dan pekan lalu melawan Villarreal waktunya turun menjadi 16 menit. Penurunan menit bermain ini membuat posisinya di tim inti semakin terbatas.
Situasi ini menunjukkan bahwa walaupun Gonzalo memiliki potensi besar, manajemen dan pelatih menyesuaikan strategi tim berdasarkan kondisi lawan dan kesiapan fisik pemain lain. Keputusan rotasi ini juga mencerminkan taktik Arbeloa yang lebih memilih pemain lain untuk posisi penyerang ketiga.
Baca Juga: Roberto Carlos Pastikan Kesehatan Stabil Usai Operasi Jantung
Produktivitas yang Tetap Menonjol

Meski menit bermain berkurang, Gonzalo tetap menunjukkan performa produktif sepanjang tahun 2026. Ia memulai tahun dengan hat-trick melawan Real Betis yang disambut tepuk tangan meriah di Santiago Bernabeu.
Selain itu, ia mencetak gol penting melawan Barcelona di final Piala Super Spanyol dan menambah koleksi golnya saat melawan Albacete di Copa del Rey. Produktivitasnya membuktikan bahwa Gonzalo tetap menjadi aset berharga bagi Real Madrid, meski waktu bermainnya terbatas.
Tahun 2026 menjadi periode penting bagi perkembangan Gonzalo sebagai pemain muda. Keberhasilan mencetak gol di pertandingan besar menegaskan kemampuannya menghadapi tekanan dan performa di level tinggi, meskipun persaingan di skuad semakin ketat.
Persaingan dan Rotasi Pemain
Arbeloa telah menegaskan susunan pemain inti dengan Franco Mastantuono sebagai penyerang ketiga, ditemani Vinicius Jr. dan Kylian Mbappe. Selain itu, Rodrygo dan Brahim Diaz kini kembali ke kondisi fisik prima, sehingga ruang rotasi bagi Gonzalo semakin terbatas.
Situasi ini menciptakan paradoks. Meskipun sang striker telah membuktikan kualitasnya dan tidak lagi memiliki pesaing langsung seperti Endrick, menit bermain Gonzalo terus menurun. Manajemen dan pelatih fokus pada konsistensi tim dan rotasi pemain yang optimal.
Gonzalo kini menghadapi tantangan besar untuk kembali menembus skuad inti. Dengan kombinasi produktivitas tinggi dan persaingan ketat di lini depan, ia harus menjaga kondisi fisik dan memanfaatkan setiap kesempatan bermain untuk mempertahankan posisinya di Real Madrid. Jangan lupa ikuti realmadridforever.com untuk mengetahui informasi berita bola menarik lainnya.
