Pertandingan playoff Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid pada leg pertama di Stadion Da Luz, Rabu dini hari WIB, berlangsung dengan insiden panas. Selain gol tunggal Vinicius Junior yang memastikan kemenangan Madrid 1-0, muncul insiden kontroversial yang melibatkan kapten Madrid, Federico Valverde.

Dalam sebuah momen perebutan bola, Valverde memukul wajah bek Benfica, Samuel Dahl. Aksi ini terekam dalam video pendek dan memicu reaksi keras dari pemain tuan rumah. Meski begitu, wasit Francois Letexier memilih untuk tidak memberi hukuman apapun terhadap gelandang asal Uruguay itu.
Insiden ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah pertandingan yang sudah panas dengan ketegangan tinggi. Lolosnya Valverde dari sanksi menimbulkan perdebatan di kalangan penggemar dan media sepak bola, yang menilai tindakan fisik seperti itu seharusnya mendapat hukuman tegas.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Kontroversi Rasisme dan Gol Vinicius
Laga ini juga diwarnai tuduhan aksi rasisme terhadap Vinicius Junior. Winger Benfica, Gianluca Prestianni, dituduh memanggil Vinicius dengan sebutan ‘monyet.’ Klaim ini memicu protes dan menjadi perbincangan hangat sebelum dan setelah pertandingan.
Meskipun berada di tengah kontroversi, Vinicius berhasil menjadi penentu kemenangan Madrid. Gol tunggalnya di babak kedua cukup membawa tim meraih keunggulan tipis 1-0. Selebrasi Vinicius sempat menimbulkan interaksi panas dengan pemain Benfica, yang memunculkan sorotan tambahan di media.
Gol ini sekaligus menegaskan kualitas Vinicius sebagai pemain kunci Madrid, mampu memecah kebuntuan dan mengubah jalannya pertandingan meski mendapat tekanan psikologis dari tuduhan rasialisme.
Baca Juga: Gonzalo Garcia Mengalami Ketidaknyamanan di Lutut
Performa Valverde di Lapangan

Meski terlibat insiden pukulan, Valverde tampil cukup menonjol dalam pertandingan. Gelandang Uruguay itu memberikan kontribusi signifikan lewat dua umpan kunci yang membantu serangan Madrid tetap hidup.
Perannya di lini tengah membantu Madrid mengontrol ritme permainan dan meminimalkan peluang Benfica. Walaupun tidak mengkreasikan assist, keberadaannya terasa penting untuk menjaga keseimbangan tim selama menghadapi tekanan dari tuan rumah.
Aksi keras Valverde meski kontroversial tidak mengurangi dampaknya dalam performa tim. Ia tetap menjadi figur penting yang menyeimbangkan serangan dan pertahanan Real Madrid sepanjang pertandingan.
Strategi Madrid untuk Leg Kedua
Dengan kemenangan tipis 1-0, Real Madrid memiliki keuntungan jelang leg kedua di Santiago Bernabeu. Hanya hasil imbang yang dibutuhkan untuk lolos ke babak selanjutnya. Sebaliknya, Benfica wajib menang dengan selisih minimal dua gol untuk membalikkan keadaan.
Leg kedua diprediksi akan lebih intens karena tekanan dari tuan rumah Madrid di kandang sendiri. Strategi kontrol permainan dan pemanfaatan peluang menjadi kunci bagi tim asuhan Carlo Ancelotti untuk memastikan tiket ke babak berikutnya.
Situasi ini juga menunjukkan pentingnya manajemen emosi pemain, terutama setelah insiden fisik dan kontroversi yang terjadi di leg pertama. Madrid harus tetap fokus untuk menjaga performa dan menghindari masalah disiplin di leg kedua. Nantikan terus kabar terbaru seputar real madrid menarik lainnya hanya di realmadridforever.com.
